5Why dalam Diagram Fishbone

Untuk melakukan sebuah improvement sistem manajemen, sangat diperlukan evaluasi permasalahan yang ada. Diagram “tulang ikan” atau “fishbone” adalah salah satu teknik untuk membantu analisa sebab-akibat suatu masalah. Terutama masalah-masalah kompleks yang mempunyai variabel sebab-akibat yang beragam. Diagram ini disebut juga Diagram Ishikawa yang mengacu pada nama tokoh yang merintis diagram ini pada tahun 1943, yaitu Profesor Kaoru Ishikawa dari Jepang.

Keuntungan analisa sebab-akibat menggunakan diagram ini adalah memungkinkan brainstorming ide secara lebih sistematis, rinci, dan tervisualisasi. Sehingga akan lebih mudah bagi pengguna untuk menentukan penyebab primer maupun sekunder masalah yang dianalisa. Dengan ditemukannya sebab primer dan sekunder dan variasi-variasinya, seorang pimpinan bisa dengan cepat dan tepat menentukan prioritas penyelesaian masalah. Bagaimana cara menggunakan teknik ini?

Pertama, tetapkan inti masalah yang akan dianalisa. Masalah yang akan menjadi “kepala” atau problem statement adalah relatif, sesuai kebutuhan. Mungkin sebuah masalah yang sebelumnya hanya dikategorikan sebagai sebab, pada gilirannya bisa saja akan menjadi “kepala” masalah baru yang akan dijadikan statement problem dalam diagram fishbone.

Kedua, pilih kategori-kategori yang akan menjadi topik utama analisa diagram fishbone. Misalnya proses (process), metode (method), manajemen (management), dan personil (people). Ada beberapa kategori topik yang bisa digunakan untuk membantu penggunaan diagram fishbone, diantaranya:
• 3M’s and P – Methods, Materials, Machinery, and People
• 4P’s – Policies, Procedures, People and Plant
• 6M’s – Machine, Method, Materials, Measurement, Man and Mother Nature (Environment)
• 8P’s – Price, Promotion, People, Processes, Place / Plant, Policies, Procedures & Product (or Service) (recommended for administration and service industry)
• 4S’s – Surroundings, Suppliers, Systems, Skills (recommended for service industry)
• Equipment, Process, People, Materials, Environment, and Management

Ketiga, melalui topik-topik tersebut dicari akar masalah. Pencarian masalah ini dapat menggunakan metode atau teknik 5Why, yaitu teknik untuk terus menanyakan sebab suatu masalah hingga ditemukan akar permasalahan. Misalnya mengapa suplai material proyek sering terlambat? Karena bagian logistik tidak siap dengan material yang diminta. Kenapa tidak siap? Karena bagian logistik tidak tahu perubahan progress di lapangan. Kenapa bagian logistik tidak tahu perubahan progress? Dan seterusnya, sampai diketahui akar masalah.

Tidak diperlukan aturan baku ada berapa topik yang akan digunakan dalam diagram fishbone ini, atau ada berapa banyak “why” hingga ditemukan akar masalah. Bahkan apakah topik dulu atau why dulu yang ditemukan tidak jadi soal. Justru akan lebih baik jika penggunaan diagram ini menyesuaikan kebutuhan riil dan sumber daya manusia yang ada. Mengenai alat tulis, penggunaan pensil dan kertas atau spidol dan papan tulis akan lebih mudah daripada menggunakan komputer. Apalagi jika diagram ini hanya digunakan untuk pemecahan masalah yang bersifat personal. Yang penting fokus pada ide pemecahan masalah.(iyus)

About Checklist 38 Articles
Majalah Mutu dan Sistem Manajemen

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 9 + 2 ?
Please leave these two fields as-is: