Memilih Badan Sertifikasi ISO

Organisasi yang ingin melakukan sertifikasi sistem manajemen berstandar ISO, biasanya berpikir untuk memilih Badan Sertifikasi (Lembaga Penilaian Kesesuaian/ LPK) yang terbaik. Mungkin tidak gampang, karena ada banyak sekali Badan Sertifikasi di Indonesia yang menyediakan jasa sertifikasi ISO.

Berikut ini adalah contoh beberapa badan sertifikasi (Certification Body) untuk sertifikasi standard ISO: BV Indonesia, SGS Indonesia, ACM Indonesia, DQS Indonesia, SAI Global Indonesia, Lloyds Register Indonesia, URS Indonesia, TUV NORD Indonesia, TUV Rheinland Indonesia, TUV SUD PSB Indonesia, VNZ Indonesia, Mutu Certification International, Sucofindo. Masih banyak lagi badan sertifikasi lain yang bisa memberikan jasa sertifikasi sistem manajemen ISO.

Untuk menentukan mana yang terbaik, tentu banyak bergantung karakteristik dan tujuan organisasi yang akan melakukan sertifikasi. Beberapa variabel di bawah ini semoga bisa membantu bagaimana organisasi memilih Badan Sertifikasi (BS) ISO:

Bersertifikat akreditasi KAN yang masih berlaku
Pastikan bahwa BS sudah diakui oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk memberikan sertifikasi standard ISO di ruang lingkup/ bidang yang akan disertifikasi. Pastikan juga bahwa akreditasi KAN yang diperoleh BS tersebut masih berlaku dengan memeriksanya di website KAN.

Sebenarnya BS yang diakreditasi komite akreditasi negara lain tidak masalah, selama komite akreditasi tersebut telah sudah bekerjama dalam International Acreditation Forum (IAF). Namun alangkah baiknya menghormati lembaga milik pemerintah jika organisasi yang disertifikasi masih berdomisili di Indonesia. Dengan adanya akreditasi KAN, kita bisa berharap kinerja BS lebih termonitor karena kedekatan geografis.

Jika standard ISO yang akan disertifikasi bukanlah standard yang masih dalam ruang lingkup kemampuan akreditasi KAN tentu point pertama ini bisa diabaikan. Misalnya untuk ISO 5001, KAN belum melayani jasa akreditasi sehingga BS yang tersedia tentu hanya diakreditasi oleh lembaga akreditasi selain KAN. Namun jika masih dalam ruang lingkup akreditasi KAN sebaiknya point ini dipertimbangkan, khususnya untuk standar ISO yang telah diadopsi sebagai SNI, misalnya SNI ISO 9001:2008 Sistem Manajemen Mutu — Persyaratan.

Sebagai contoh perusahaan yang memproduksi alat-alat listrik ingin sertifikasi ISO 9001, maka sebaiknya perusahaan tersebut memilih BS yang telah terakreditasi oleh KAN dalam hal sertifikasi standard ISO 9001 untuk organisasi di bidang peralatan listrik.

Sesuai ekspektasi customer
Jika organisasi merupakan eksportir yang menjual produk ke negara tertentu, perhatikan lembaga akreditasi yang bisa diterima negara tersebut. Hal ini untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan otoritas publik di sana. Misalkan produk dijual ke Australia dan New Zealand, carilah BS yang telah mempunyai akreditasi dari JAS-ANZ (semacam Komite Akreditasi Nasional-nya Australia dan New Zealand).

Meskipun, dalam contoh tersebut, jika eksportir menggunakan BS yang hanya terakreditasi lembaga seperti UKAS maupun KAN mungkin juga tidak akan ditolak. Karena keberterimaan akreditasi antar negara sudah diatur melalui kesepakatan dalam forum-forum seperti Pasific Accreditation Cooperation (PAC) dan International Acreditation Forum (IAF). Namun apa salahnya berhati-hati dan memberikan nilai yang lebih menghargai customer.

Dan jika customer adalah sebuah perusahaan yang telah bersertifikat ISO, mungkin perlu dipertimbangkan juga untuk menggunakan BS yang dipilih dan dipercaya oleh customer tersebut. Sehingga sertifikat yang dimiliki organisasi memberikan kredibilitas di mata customer. Atau mungkin lebih baik jika organisasi mengkomunikasikan secara langsung dengan customer tentang BS yang diharapkan.

Berpengalaman dalam bidang yang relevan
Perhatikan pengalaman BS dalam memberikan jasa audit dan sertifikat. Apakah BS pernah dipercaya dalam sertifikasi perusahaan yang sejenis dengan usaha atau ruang lingkup bidang yang akan disertifikasi? Apakah perusahaan sejenis yang telah disertifikasi oleh BS tersebut merupakan perusahaan yang dikenal sebagai perusahaan bagus dan terkenal?

Semakin banyak pelanggan BS serta semakin panjang pengalamannya dalam sertifikasi dan surveillance di bidang yang sejenis menunjukkan spesialisasi dan kemampuannya yang dipercaya banyak pihak.

Kejelasan status lembaga
Mungkin status BS juga menjadi pertimbangan dalam mengetahui reputasi BS. Apakah BS tersebut merupakan Cabang dari BS yang sudah terkenal di luar negeri. Atau apakah BS merupakan semacam francise yang menggunakan merek salah satu BS yang sudah ada namun secara manajemen terpisah secara mandiri. Ataukah juga BS yang murni merupakan BS mandiri, mempunyai merek sendiri dan bukan cabang dari BS luar negeri.

Meskipun hal ini hanyalah atribut yang tidak menentukan secara substansial sebagus apa BS, tetapi BS yang merupakan Cabang dari BS yang sudah lama berdiri dan mempunyai nama terkenal di seluruh dunia tentu mempunyai internal control yang sudah mapan dan ketat untuk menjaga reputasinya.

Tidak ada salahnya organisasi yang hendak melakukan sertifikasi mereview sejauh mana prosedur sertifikasi BS dan termasuk bagaimana mengajukan komplain atas audit yang dilakukan auditor BS.

Mempunyai sumberdaya yang jelas dan handal
Bukan hanya lembaga yang perlu diperhatikan. Tapi auditor yang akan diterjunkan di lapangan oleh BS juga perlu diperhatikan pengalamannya. Misalnya apakah auditor tersebut pernah bekerja di perusahaan atau organisasi sejenis dengan bidang yang akan disertifikasi? Apakah auditor berpengalaman melakukan audit di perusahaan sejenis?

Dengan melihat latar belakang pengalaman auditor, organisasi dapat berharap bahwa audit yang dilakukan tidak hanya menghasilkan sertifikat saja, namun juga temuan dan rekomendasi yang bermanfaat bagi improvement organisasi. Auditor dengan pengetahuan dan latar belakang manufaktur otomotif yang mengaudit sektor pendidikan sangat berpotensi tidak maksimal bagi perbaikan organisasi. Beberapa BS telah menyediakan auditor spesifik untuk bidang-bidang organisasi yang akan disertifikasi.

Akan lebih baik lagi jika auditor tersebut bukan auditor freelance. Dengan memiliki auditor tetap, BS menunjukkan kualitas dan keseriusan lembaganya dalam memenuhi pelayanan sertifikasi dan surveilen dalam jangka panjang.

Bertarif transparan dan kompetitif
Tentu saja ini masalah negosiasi. Tetapi biasanya jumlah karyawan, bidang yang digeluti organisasi/ perusahaan, maupun site yang harus dikunjungi menjadi pertimbangan harga sertifikasi. Sebaiknya organisasi tidak hanya melihat biaya audit pertama saja, namun juga mempertimbangkan biaya sewaktu surveillance juga.

Bagaimana pengalaman memilih dan menggunakan jasa badan sertifikasi di organisasi Anda?

(iyus)

About Checklist 38 Articles
Majalah Mutu dan Sistem Manajemen

1 Comment Posted

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 8 + 8 ?
Please leave these two fields as-is: