Freddy Rangkuti: SWOT Balance Scorecard

Balanced Scorecard (BSC) memandang kinerja melalui empat perspektif: keuangan, konsumen, proses bisnis, dan pembelajaran-pertumbuhan. Keempat perspektif tersebut terdiri dari dua sisi yang berbeda, satu sisi adalah keuangan dan tiga lainnya non-keuangan, sisi jangka pendek dan sisi jangka panjang, melihat internal sekaligus eksternal.

Pada awalnya, BSC dikenal sebagai alat ukur kinerja. Namun dalam perkembangannya BSC juga telah menjelma sebagai alat perencanaan strategis. Melalui empat perspektif BSC, perencanaan strategis dapat diformulasikan dengan bantuan berbagai konsep model manajemen lainnya seperti Model Analisis SWOT, Manajemen Risiko, Budaya Organisasi, dan lainnya. Inilah yang ingin dihadirkan Freddy Rangkuti dalam bukunya.

Tetapi yang menarik, buku SWOT BALANCED SCORECARD Teknik Menyusun Strategi Korporat yang Efektif plus Cara Mengelola Kinerja dan Risiko bukan hanya berhenti di konsep-konsep teoritis saja. Freddy langsung mengajak pembaca menyelami BSC secara praktis dalam memformulasikan strategi pada tataran operasional.

Dengan kolaborasi berbagai alat dan model manajemen lainnya, perspektif BSC digunakan menganalisa kondisi yang terjadi pada organisasi, menyelaraskan visi-misi, merencanakan strategi, dan menelurkan program-program prioritas. Menurut Freddy, selama ini sering terjadi perusahaan gagal menerapkan BSC secara setengah-setengah karena program disusun tanpa pertimbangan strategi dan anggaran disusun tanpa strategi yang tepat.

Buku ini dimulai dari bab pendahuluan yang mengantarkan kerangka pemikiran penulis. Menginjak Bab Dua hingga Bab 13 disajikan penjelasan bagaimana langkah-langkah mengoperasionalkan konsep BSC dan strategi-strategi yang dihasilkannya. Contoh-contoh kuesioner dan formulir yang disajikan menambah gambaran nyata bagaimana konsep aplikatif yang diusung buku ini, bahkan untuk orang awam sekalipun.

Pada bab terakhir, pembaca bisa mereview kembali pemahaman langkah-langkah penyusunan balance scorecard yang sudah dijelaskan bab-bab sebelumnya. Sebuah contoh kasus yang disajikan Freddy Rangkuti tentang bagaimana sebuah organisasi menerapkan integrasi BSC, SWOT, dan tools lainnya untuk menyelaraskan visi dan misi, memformulasikan perencanaan strategis, target dan tolok ukur kinerja, serta program prioritas.

Mungkin bagi pembaca awam, buku ini akan memberikan gambaran jelas bagaimana sebuah alat manajemen bekerja. Tetapi untuk benar-benar dipraktekkan tentu masih butuh referensi lain maupun bimbingan. Pasalnya, buku ini seperti menjelaskan sebuah aplikasi manajemen yang seperti bebas konteks ruang waktu, lain dengan kondisi riil organisasi yang kompleks, penuh hiruk pikuk kepentingan, karakteristik-karakteristik khusus, dan nilai-nilai dan personil yang unik. (iyus)

About Checklist 38 Articles
Majalah Mutu dan Sistem Manajemen

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 8 + 13 ?
Please leave these two fields as-is: