International Organization for Standardization (ISO)

 ISO adalah organisasi nirlaba di tingkat internasional yang mengembangkan berbagai standar yang mencakup bermacam-macam bidang, seperti bidang konstruksi, kesehatan, pertanian, teknologi, dan lain-lain. Standar yang diterbitkan tidak hanya berupa standar produk atau material, namun juga standar proses atau manajemen. Sampai saat ini, ISO telah menerbitkan lebih dari 20.000 standar.

Anggota ISO
Organisasi yang bermarkas di Genewa, Swiss, ini beranggotakan 163 badan standarisasi dari berbagai negara. Badan standarisasi tersebut misalnya BSN (Badan Standarisasi Nasional) mewakili Indonesia, DIN (Deutsches Institut für Normung) dari Jerman, SII (Standards Institution of Israel) dari Israel, dan lain-lain.

Angota-anggota ISO tersebut digolongkan menjadi tiga kategori:
Full Member (Member Body), yaitu anggota yang berhak berpartisipasi dan memberikan suara dalam pengembangan standard ISO, baik secara teknis maupun untuk kebijakan-kebijakan yang diambil. Anggota dengan kategori ini dapat menjual dan mengadopsi Standar Internasional ISO secara nasional. Indonesia adalah salah satu Member Body dari 114 anggota Member Body lainnya.

Corespondence Member , yaitu anggota yang berperan mengamati perkembangan strategi dan perkembangan standar ISO dengan menghadiri pertemuan-pertemuan ISO, baik yang meng-agenda-kan kebijakan maupun teknis. Dalam pertemuan tersebut, anggota ini berkapasitas sebagai pengamat saja. Corespondence Member juga dapat menjual dan mengadopsi ISO Standar Internasional secara nasional. Sampai saat ini ada 45 Correspondence Member.

Subscriber Member adalah anggota yang mengikuti up date pekerjaan ISO, tetapi tidak dapat berpartisipasi di dalamnya. Mereka tidak menjual atau mengadopsi ISO Standar Internasional secara nasional. Subscriber Member ini ada 4 perwakilan negara, yaitu dari negara Antigua and Barbuda (sebuah negara kecil di kepulauan Karibia), Lao People’s Democratic Republic alias Laos, Saint Vincent and the Grenadines (sebuah negara kecil di kepulauan Karibia) , dan Honduras (Amerika Tengah).

Sejarah ISO
Sejarah ISO dimulai dari tahun 1946, ketika delegasi dari 25 negara berkumpul di London dalam sebuat pertemuan the Institute of Civil Engineers. Dalam pertemuan tersebut diputuskan untuk membuat organisasi internasional yang bertujuan untuk memfasilitasi kooordinasi tingkat internasional dalam unifikasi standar-standar industrial. Singkat cerita, pada bulan Februari tahun 1947 ISO mulai beroperasi.

Nama ISO sendiri diambil dari bahasa Yunani, yaitu kata “isos” yang berarti “sama” atau “equal” seperti yang ada dalam kata “isometric” atau “isonomy”. Ceritanya, hal ini karena untuk membuat akronim nama International Organization for Standardization berbeda-beda bagi macam-macam bahasa. Sebagai contoh, dalam bahasa Inggris International Organization for Standardization disingkat menjadi ISO sedangkan dalam bahasa Perancis menjadi ION (Organization Internationale de Normalisation). Sehingga para founding fathers memutuskan untuk memilih kata “isos” yang menjadi cikal bakal penyebutan akronim organisasi ini, yaitu “ISO”. (iyus)

Referensi: www.iso.org

About Checklist 38 Articles
Majalah Mutu dan Sistem Manajemen

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 6 + 6 ?
Please leave these two fields as-is: