ISO 10019:2005 Guidelines for the Selection of Quality Management System Consultants and use of Their Service

Sebagai panduan dalam memilih konsultan ISO, organisasi dapat mempertimbangkan arahan-arahan yang disajikan ISO 10019:2005 Guidelines for the Selection of Quality Management System Consultants and use of Their Service.

Dari judulnya, standar ini memang digunakan sebagai panduan dalam menyeleksi konsultan ISO untuk membantu implementasi Sistem Manajemen Mutu (QMS) organisasi. Namun dijelaskan dalam bagian ruang lingkupnya, bahwa standar ini bisa juga digunakan untuk memilih konsultan sistem manajemen yang lain, bukan hanya Sistem Manajemen Mutu. Sangat penting bagi organisasi dalam memilih konsultan ISO yang tepat untuk memastikan bahwa sistem manajemen bisa diimplementasikan secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan organisasi.

Penting juga dipahami, bahwa standar ini bukanlah sebuah persyaratan-persyaratan untuk implementasi Sistem Manajemen Mutu. Juga bukan ditujukan untuk sertifikasi. Namun, standar ini dapat juga digunakan sebagai panduan bagi konsultan ISO dalam memberikan jasa konsultasinya.

Lantas, apa saja isi panduan ini? Berikut ini beberapa poin yang bisa diambil:
Organisasi harus mengidentifikasi kebutuhan dan ekspektasi atas kehadiran konsultan. Pertanyaan kuncinya “Apa alasan dan harapan organisasi menggunakan jasa konsultan?”. Hal ini seharusnya diputuskan oleh top management.

Organisasi memastikan bahwa konsultan ISO yang dipilih dapat memberikan bimbingan dalam desain dan implementasi SMM yang efektif dan efisien sesuai dengan karakteristik organisasi. Karakteristik tersebut misalnya ukuran, budaya dan tradisi, proses bisnis dalam organisasi, sumberdaya manusia, infrastruktur, dan sebagainya. Konsultan juga harus mampu memberdayakan sumberdaya organisasi untuk mampu melakukan perbaikan-perbaikan berkelanjutan sesuai dengan prinsip-prinsip SMM.

Organisasi harus mengevaluasi kompetensi konsultan ISO. Beberapa hal yang perlu diperhatikan misalnya atribut personal seperti apakah realistik dan fleksibel, cepat belajar dan tanggap terhadap lingkungan, komunikatif, problem solver, jujur, rendah hati, dan sebagainya. Mungkin referensinya bisa diperoleh dari mantan klien konsultan. Selain itu perlu juga evaluasi terhadap relevansi pendidikan, pengalaman kerja, perilaku, pengetahuan, dan keterampilan yang berhubungan dengan tujuan organisasi mengimplementasikan SMM. Untuk pengetahuan dan keterampilan misalnya pemahaman konsultan tentang regulasi perundangan terkait bidang organisasi yang bersangkutan maupun teknik dan prinsip SMM.

Pelaksanaan proses konsultasi direncanakan. Tetapkan fokus apa yang akan dikonsultasikan, misalnya apakah untuk design dan implementasi SMM, training dan meintenance SMM, evaluasi SMM, perbaikan/ improvement, dan lain-lain. Setiap aktivitas-aktivitas yang menggunakan jasa konsultan tersebut hendaknya direncanakan dalam tahap-tahap yang jelas, batas waktu, sasaran setiap tahap, dan hasil akhir yang ingin dicapai. Dengan demikian penggunaan jasa konsultan saling memberikan manfaat kedua belah pihak, antara klien dan konsultan.

Untuk lebih memperjelas bagaimana panduan memilih konsultan ISO dan menggunakan jasanya, ISO 10019:2005 ini memberikan acuan umum yang praktis di dalam Annex A dan Annex B. Selamat memilih konsultan ISO. (iyus)

About Checklist 38 Articles
Majalah Mutu dan Sistem Manajemen

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 8 + 10 ?
Please leave these two fields as-is: